Rabu, 17 Juli 2019
InovasiKerajinan

20 PESERTA SE-KALSEL IKUTI PELATIHAN PERMEUBELAN DI HSU

AMUNTAI – Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pelatihan Pengembangan Teknis Pembuatan Kursi Lipat Taman bagi pengusaha atau pengrajin permeubelan se-Kalimantan Selatan.

Pelatihan yang diikuti 20 peserta dari Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan ini digelar tanggal 10-19 Juli 2019 di Balai Diklat Industri kayu dan Logam Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Desa Kota Raja Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (10/7). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni MT

Pelatihan ini dimaksudkan untuk menambah wawasan pengetahuan para pengusaha atau pengrajin Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kalsel dalam hal kerajinan meubel kayu agar terus berkembang serta meningkatkan kreativitas, pengetahuan, dan inovasi.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni MT dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah provinsi untuk peningkatan kreativitas para pengrajin meubel, agar menyesuaikan produksi yang sesuai dengan keinginan konsumen.

“Kegiatan ini pun merupakan kepedulian pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, seperti yang dikumandangkan Gubernur, yakni kita harus memilih daya saing, melalui peningkatan kualitas produksi, serta ide-ide kreatif,” kata Mahyuni.

Dirinya menambahkan, selama ini produksi meubel berbahan ramah lingkungan seperti dari bahan kayu sangat diminati pasar ekspornya, karenanya para pengrajin dituntut untuk selalu meningkatkan kreativitas dan inovasi agar kedepan produksinya dapat diterima lewat pasar ekspor tersebut.

Ditambah lagi, dengan harapan besar menjadikan Kalimantan Selatan sebagai tujuan ekspor impor secara langsung, melalui pelabuhan laut dan jalan tol kedepannya.

“Kita berharap nantinya pelabuhan tol laut ada di daerah kita, ditambah jalan tol yang menghubungkannya, supaya kapal-kapal ekspor itu dapat bongkar muat seperti halnya pelabuhan Tanjung Priok, atau Tanjung Perak di Surabaya,” ujarnya.

Terkait bahan baku, Mahyuni menyebut, para pengusaha atau pengrajin nantinya tidak hanya menggunakan bahan baku kayu lokal yang terbilang masih mudah didapat seperti jenis kayu meranti dan sebagainya, akan tetapi kedepan dapat juga menggunakan bahan-bahan yang masih tidak umum dipakai seperti kayu kelapa atau dari kayu galam,” harapnya sembari menunjukkan hasil meubel berbahan kayu kelapa.

Dirinya juga berharap agar melalui pelatihan ini para pengusaha atau pengrajin dapat menghasilkan produk-produk yang dapat diminati tidak hanya untuk di konsumen di daerah, tetapi juga untuk konsumen dari luar daerah.

Sementara, dalam pembukaan kegiatan ini, tampak hadir Kepala Disperindagkop-UKM HSU yang diwakili Kabid Perindustrian H Muhammad Yani, Perwakilan Polsek, Koramil, Kankemenag, Camat Amuntai Selatan, serta jajaran Pegawai dan Instruktur Balai Diklat Industri kayu dan Logam Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel di HSU. (Diskominfo/Wahyu)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!