Rabu, 23 Oktober 2019
Sosialisasi

BNNK HSU SOSIALISASIKAN PROGRAM REHABILITASI DAN PASCA REHABILITASI

AMUNTAI – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar sosialisasi Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi, di Amuntai, Kamis(11/4).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan SKPD, Camat se-HSU, Kapolsek se-HSU, Koramil, serta para tokoh masyarakat. Mendatangkan 3 orang narasumber, antara lain Hj. Sandra Murty dari BNNP Kalsel, Kepala BNNK HSU H. Khatria Wardoni, dan Andry Rahmadillah dari BNNK HSU.

Kepala BNNK HSU H. Khatria Wardoni mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dalam bidang mutu dan sistem layanan penanganan korban penyalahgunaan narkoba.

“Karena penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif serta prekursor narkotika (narkoba) adalah masalah kompleks dan mendunia yang perlu ditangani bersama,” kata Wardoni.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan, dalam setiap hari sebanyak 30-50 orang meninggal dunia karena kasus penyalahgunaan narkoba. “Rehabilitasi adalah program penyelamatan anak bangsa yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009,” imbuhnya.

Doni menambahkan, BNN wajib melaksanakan rehabilitasi penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkoba, di samping melakukan pencegahan dan penegakan hukum atau aksi represif di bidang pemberantasan. Ia berharap agar peserta sosialisasi turut meyebarluaskan informasi dan wawasan kepada masyarakat tentang program rehabilitasi dan pasca rehabilitasi.

“Di antara warga mungkin ada yang bingung atau takut (melaporkan diri). Kita sosialisasikan biar sadar dan melaporkan diri ke puskesmas, rumah sakit, klinik, dan lembaga lain yang telah ditunjuk pemerintah melaksanakan fungsi rehabilitasi,” tandasnya.

Adapun Hj. Sandra Murty dalam materinya menyampaikan, kejahatan narkoba sebagai mesin pembunuh massal (silent killer) diperkirakan 40 orang meninggal per hari karena narkoba. Untuk meminilasir terjadinya lost generation, perlu adanya lembaga rehabilitasi dan pascarehabilitasi, karena para pecandu, penyalahguna, dan korban penyalahgunaan merupakan orang sakit yang butuh perhatian dan bimbingan bersama.

“Mereka dapat dipulihkan baik secara pisik dan psikis dengan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, dan pasca rehabilitasi yang dilakukan secara berkesinambungan dalam satu kesatuan layanan yang terintegritas,” jelasnya. (Diskominfo/nata)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!