Jumat, 20 September 2019
Pariwisata

DESA PULAU TAMBAK BAKAL MILIKI WISATA DANAU

Amuntai – Desa Pulau Tambak Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki banyak lahan rawa yang belum dimanfaatkan warga. Lahan rawa tersebut direncanakan akan dijadikan tempat wisata.

Aparat desa telah membersihkan lahan rawa tersebut menggunakan alat berat bersama warganya. Program ini dilakukan atas kesepakatan dari hasil musyawarah dengan masyarakat. Daerah tersebut awalnya penuh dengan tumbuhan liar (gulma) seperti eceng gondok.

Kepala Desa Pulau Tambak, Djupri H. Abdul Hamid mengatakan, pembersihan lahan rawa yang menyerupai danau tersebut dilaksanakan oleh warga dalam waktu 60 hari. Setelah dibersihkan, kawasan tersebut terlihat bersih dan airnya juga menjadi jernih. Pembersihan seluruhnya dikerjakan oleh warga, sehingga warga juga mendapat penghasilan darinya.

Pembersihan kawasan tersebut juga bekerjasama dengan Desa Banyu Hirang, karena wilayah yang luasnya sekitar lima hektar tersebut sebagian juga masuk wilayah Desa Banyu Hirang pada tahun lalu. Rencananya akan dilanjutkan dengan menambah fasilitas, bekerjasama dengan Dinas Pertanian.

“Rencananya akan dibuat tempat pemancingan ikan, sehingga pengunjung selain bisa melihat pemandangan yang asri, juga bisa memancing, dan disediakan tempat untuk memanggang ikan,” ungkapnya.

Pemancingan ikan rencananya akan dikelola oleh warga dan dibagi menjadi beberapa kelompok, sehingga warga juga mendapat penghasilan dari adanya tempat wisata tersebut.

“Pemancingan dikelola oleh masyarakat dan hasilnya juga dikembalikan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Rencananya juga akan dibangun kandang itik yang terpisah, sehingga pengunjung dari luar daerah yang ingin makan itik khas dari Kota Amuntai bisa juga menikmati kulinernya. Untuk memperkenalkan dengan masyarakat luar, pihak desa telah mulai memperkenalkannya dalam setiap kegiatan, seperti saat adanya lomba yang diikuti oleh desa.

Djupri H. Abdul Hamid menambahkan, selain menyuguhkan pemandangan, rencananya juga akan menjual hasil kerajinan dari masyarakat yang juga akan dikelola oleh masyarakat, karena sebagian warga Desa Pulau Tambak juga merupakan pengrajin anyaman purun dan eceng gondok yang biasa digunakan untuk pembuatan berbagai macam tas, tempat tisu, tempat sampah, dan lain lain.

“Hasil kerajinan juga bisa dijadikan daya tarik tambahan bagi para pengunjung,” ungkapnya. (Diskominfo/tim/indah)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!