Senin, 19 November 2018
Lingkungan Hidup

DESA TAPUS IKUT JAGA KELESTARIAN SUNGAI

Amuntai – Desa Tapus Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki program yang kreatif dan sangat bermanfaat dalam penggunaan dana desa. Selain untuk perbaikan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat serta program lainnya, Desa Tapus juga ikut berupaya menjaga kelestarian sungai dengan membentuk Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas).

Pokwasmas sendiri memiliki berbagai tugas dan fungsi, salah satunya menjaga sungai sekitar desa dari ilegal fishing. Kepala Desa Tapus, Hakim mengatakan, keberadaan Pokwasmas sangat membantu aparat desa untuk saling bersinergi dalam menciptakan desa yang lebih berkualitas.

Untuk mendukung kinerja Pokwasmas, aparat desa memberikan hibah berupa perahu bermesin yang bisa digunakan untuk patroli mengawasi nelayan yang mencari ikan. Perahu diberikan dalam bentuk hibah sebanyak dua unit dengan total anggaran Rp. 30 juta menggunakan dana desa.

Patroli dilakukan untuk mencegah adanya ilegal fishing. Secara berkala anggota Pokwasmas melakukan patroli ke beberapa jalur anak sungai yang biasa dilalui nelayan.

“Patroli sering dilakukan pada malam hari, saat nelayan sedang mencari ikan dan memeriksa peralatan mereka,” ungkapnya.

Peralatan yang boleh digunakan nelayan hanyalah peralatan yang tidak merusak lingkungan dan ekosistem. Tujuannya tak lain untuk menjaga kelestarian sungai agar ikan sungai tetap bisa didapat hingga generasi mendatang.

Hakim mengatakan, selama program ini dilaksanakan sudah ada dua nelayan yang kedapatan membawa alat setrum ikan. Oknum nelayan tersebut langsung diamankan dan diberi peringatan.

“Kami beri peringatan dulu dan alat setrumnya kami sita, jika kedapatan menyetrum ikan lagi langsung kami laporkan ke kepolisian,” ungkapnya.

Pokwasmas yang memiliki anggota sekitar 30 orang dengan ketua Sabirin ini juga bekerjasama dengan beberapa desa tetangga untuk ikut menyuarakan kepada seluruh nelayan agar tidak menangkap ikan dengan merusak lingkungan.

Pihaknya juga mengimbau kepada nelayan untuk tidak menangkap anak ikan yang masih berpotensi untuk besar, karena menangkap anak ikan selain melanggar hukum juga akan mengurangi populasi ikan jangka panjang.

Di desa yang memiliki 350 Kepala Keluarga dan 1.315 jiwa ini juga memiliki program pembangunan lain yang sangat membantu masyarakat, seperti pembangunan jalan desa, jalan usaha tani, dan pemberdayaan masyarakat.

“Keseluruhan ada empat jalan usaha tani yang akan dibangun, sesuai usulan warga dan memang keberadaannya sangat membantu petani,” ungkapnya. Melengkapi sarana olahraga juga menjadi salah satu program Desa Tapus.

Desa Tapus Kecamatan Amuntai Tengah juga menjunjung transparansi penggunaan dana desa kepada masyarakat. Sumber pendapatan desa dan penggunaannya pada tahun 2017 diumumkan secara transparan ke masyarakat. Selain diumumkan dalam bentuk baliho, aparat Desa Tapus juga memiliki cara unik lain, yaitu mencetaknya menjadi sebuah kalender.

Sumber pendapatan daerah serta alokasinya disertakan dalam kalender, termasuk dokumentasi infrastruktur dan program yang telah dikerjakan selama 2017. Pada kalender 2018 tersebut juga ditandai beberapa kegiatan rutin desa, agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi.

“Seperti kegiatan posyandu Balita dan posyandu Lansia yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan, kami telah aturkan tanggal pelaksanaannya dalam setahun kedepan dan bisa dilihat di kalender yang kami bagikan kepada seluruh rumah,” ungkapnya. (Diskominfo/tim/indah)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!