Kamis, 14 November 2019
Pendidikan

DISPERSIP HSU GELAR WORKSHOP DONGENG

AMUNTAI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Workshop Dongeng bersama Master Dongeng Indonesia Kak Awam Prakoso dari Jakarta, Rabu(24/4).

Bertempat di aula Dispersip HSU, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia dengan tema Membangun Karakter Anak melalui Mendongeng, diikuti para pendidik PAUD se-HSU.

Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD HSU Hj. Anisah Rasyidah Wahid dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Master Dongeng Indonesia yang datang dari Jakarta yaitu Kak Awam Prakoso.

Anisah juga menyampaikan bahwa peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan minat baca agar terciptanya anak didik yang gemar membaca.

“Pendidikan anak usia dini (PAUD) sangat penting untuk tumbuh kembang anak sebelum menempuh ke jenjang pendidikan dasar. Sebab, pada masa usia dini tersebut bisa menumbuhkan karakter kuat sang anak. Pada periode emas tersebut akan menjadikan pondasi bagi perkembangan anak dan sangat berpengaruh pada masa depan mereka,” kata Anisah.

Anisah berpesan kepada para orang tua agar sejak dini sering membawa anak-anaknya membaca buku ke perpustakaan, guna menumbuhkan minat baca anak.

“Mari kita wujudkan tenaga didik yang pandai mendongeng dan selalu ceria kepada anak,” ajaknya.

Seiring dengan itu, Kepala Dispersip HSU Hj. Lailatanur Raudah menyampaikan bahwa workshop ini merupakan program Dispersip HSU yang pertama kali dilaksanakan dengan beberapa komunitas, seperti IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia), HIMPAUDI (Himpunan Pendidik Anak Usia Dini), IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia), dan SGI ( Sekolah Guru Indonesia). Biasanya pihaknya hanya melaksanakan khusus IGTKI saja.

Menurut Laila, selama ini Pemerintah Daerah membantu untuk mendukung ketersediaan sarana dan prasarana bagi anak agar gemar membaca buku cerita, salah satunya dengan mendukung ketersediaan buku, baik di perpustakaan daerah maupun perpustakaan desa. Melalui Dinas Pendidikan juga mengoptimalkan kualitas perpustakaan sekolah agar mengajari kegemaran membaca juga didukung dengan fasilitas yang baik.

Dalam kesempatan itu juga, Master Dongeng Indonesia Kak Awam Prakoso dalam materinya menyampaikan bahwa dongeng memang sangat efektif untuk dijadikan alat pendidikan baik di sekolah maupun di rumah, karena dongeng metode komunikasi, dongeng disesuaikan dengan gaya komunikasi anak dan kemampuan mereka memahami sesuatu.

“Kekuatan dongeng bukan pada persiapan yang matang, tapi pada saat kita melakukannya. Saat mendongeng, guru atau orangtua benar-benar hadir dan berinteraksi dengan anak, dengan cara yang menyenangkan,” tuturnya

Ia menambahkan, mendongeng jauh lebih efektif dalam menanamkan beragam nilai positif untuk anak dari pada menasehati.

“Saat ini banyak orangtua yang percaya nasehat efektif untuk anak. Mereka merasa tugas mereka adalah memberi nasehat. Padahal terbukti dari berbagai riset, nasehat sama sekali tidak efektif untuk anak. Refleksi pengalaman dan dongeng jauh lebih efektif meskipun hanya disampaikan sebentar,” ujarnya. (Diskominfo/nata/eddy)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!