KesehatanPemerintahanPendidikan

DPPKB HSU GELAR FORUM PEMBENTUKAN KELOMPOK SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN

Amuntai – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar Forum Pembentukan Kelompok Sekolah Siaga Kependudukan (SKK), yang diikuti perwakilan Guru dari tingkat SLTP sampai SLTA se-Kabupaten HSU, Kamis (12/10).

Ketua Koalisasi Indonesia Kabupaten HSU, DR. Ir. Ahmad Suhaimi, DEA selaku narasumber menyampaikan seputar sekolah siaga yang merupakan wadah bagi program-program yang digulirkan BKKBN, seperti PIK Remaja, Genre, Goes to School, dan lain-lain.

“Sekolah Siaga Kependudukan mempunyai beberapa poin penting, diantaranya program SSK adalah Kurikulum Nasional; Program SSK bersifat gradual; dan Program SSK bersifat Konsisten”, ujar Ahmad Suhaimi.

Program SSK adalah Kurikulum Nasional, sehingga tidak akan ada perbedaan kareteristik wilayah baik secara geografis maupun admistratif. Program ini bersifat gradual, karena meliputi beberapa bidang sesuai dengan pokok bahasan pada mata pelajaran tersebut, serta bersifat konsisten, karena akan terus dilaksanakan secara terus-menerus dan berkelanjutan.

Data kependudukan yang diobservasi, dikumpulkan, diolah, dianalisis, dan dikomunikasikan oleh para siswa adalah data kependudukan tempat tinggal para siswa sendiri, sehingga diharapkan muncul kesadaran dan tanggung jawab.

Strategi dan hasil yang diharapkan pada SSK ada 4 poin yaitu input, proses, output, dan outcome. Adapun materi kependudukan dan KB yang harus diperhatikan sebagai konsultan atau pengajar yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

“Melalui program sekolah siaga kependudukan, program-program pemerintah akan lebih efektif dan efiesien karena dilakukan secara simultan untuk mewujudkan generasi emas indonesia”, lanjut Ahmad Suhaimi.

Senada dengan itu, narasumber Akhmad Mawardi Syahid, S.Pd, MM yang merupakan Guru / Kepala SDN Baruh Tabing dan dosen Program Studi Pendidikan agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, menyatakan bahwa sekolah sangat memungkinkan menerapkan kurikulum pendidikan kependudukan secara kontekstual dari segi pengetahuan akedemik dan pengalaman empirik.

“SSK bertujuan untuk memberikan arah dan pedoman bagi penanggung jawab dan pengelola pendidikan, guru, dan pembina dalam menjalankan program kependudukan dan KB, serta memberikan pengetahuan peserta didik tentang berbagai permasalahan setempat”, ujar Mawardi.

Dengan adanya program ini, para guru bisa memperkenalkan kepada para siswa mengenai seputar permasalahan yang dihadapi dalam kependudukan dan Keluarga Berencana seperti kesehatan reproduksi, kelahiran sehat, penyebab kematian, perkawinan dini, pertumbuhan penduduk, migrasi, daerah kumuh, tawuran, kemacetan, dan lain-lain (Diskominfo/ricky/nata).

Leave a Response

Dinas Kominfo HSU
Media Center - Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara