Rabu, 26 Juni 2019
Agama

FKUB: MEMPERERAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA BERARTI MEMPERKUAT NKRI

Amuntai – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan silaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (21/11). Kegiatan yang mengambil tempat di aula Kantor Kementerian Agama HSU ini bertujuan untuk mempererat kerukunan antar umat beragama serta memperkuat NKRI.

Dalam silaturahmi ini, hadir perwakilan FKUB Provinsi Kalimantan Selatan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra HSU Ir. H. Supomo, M.Si, Plt. Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) HSU, Ketua FKUB HSU beserta jajaran, serta Kapolsek dan Danramil se-Kabupaten HSU.

Adapun perwakilan agama yang hadir antara lain H. Syaifuddin MR. S.Ag Ketua FKUB Kabupaten HSU mewakili Agama Islam, Kapten Inf. Jhonners mewakili Agama Kristen, serta drh. Komang Agus dan dr. Yessi mewakili Agama Hindu.

Ketua FKUB HSU H. Syaifuddin MR. S.Ag mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik dan Kementerian Agama Kabupaten HSU, total penduduk HSU berjumlah 228.528 orang yang terdiri dari 228.420 orang beragama Islam, 83 orang beragama Kristen, 10 orang beragama Katholik, 21 orang beragama Hindu, dan 14 orang beragama Budha.

“Alhamdulillah, di Kabupaten HSU tidak ada gangguan dalam beribadah, baik agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Budha. Kerukunan antar umat beragama merupakan unsur penting dalam mempertahankan NKRI.”, lanjut Syaifuddin.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. H. Supomo yang mewakili Bupati HSU mengatakan, selama ini kondisi dan situasi di Kabupaten HSU sangat kondusif, terutama dalam hal kerukunan antar umat beragama.

“Menjalin kerukunan antar umat beragama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama itu sangat penting, agar tidak ada perpecahan antar umar beragama yang dipengaruhi dari luar maupun dari dalam dengan isu SARA”, tambah Supomo.

Sementara itu, narasumber dari FKUB Provinsi Kalsel Drs. H. Fadhly Mansoer. MM mengatakan, dalam mengembangkan kerukunan umat beragama guna mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, masyarakat harus hati-hati dengan beberapa orang yang mengatasnamakan agama untuk berbuat anarkis yang merusak kerukunan umat beragama.

“Dalam beberapa tahun terakhir kita juga harus hati-hati dengan paham liberalisme yang kebanyakan memahami agama sepotong-sepotong”, lanjut Fadhly.

Fadhly menambahkan, meski selama ini toleransi dan hubungan antar umat beragama berjalan baik di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya tetap terus membangun silaturahmi guna menjaga situasi tetap kondusif dan damai dengan cara menggelar pertemuan dan dialog secara rutin.

Selanjutnya, narasumber Drs. H. Abu Bakar KB, M.Pd yang juga perwakilan FKUB Provinsi Kalsel mengatakan, dalam beberapa tahun ini negara kita terancam dengan paham-paham luar, yang mempengaruhi interen agama maupun antar agama.

“Namun yang perlu kita ingat, kita dalam hal akidah memang berbeda, tetapi dalam hal bermasyarakat kita tidak berbeda dan harus saling bekerjasama”, lanjut Abu Bakar.

Guna menunjang kerukunan itu, maka dibentuklah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang berlandaskan Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan 8 tahun 2016. Berdasarkan pasal 1 ayat 6 PBM tersebut, FKUB merupakan forum yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi oleh Pemerintah (dalam hal ini Pemerintah Daerah) dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan (Diskominfo/faisal/azra).

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!