Rabu, 26 September 2018
PemerintahanPendidikan

GURU DESA SANGAT TERTINGGAL DAPAT TUNJANGAN

Amuntai – Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melalui Dinas Pendidikan mengusulkan agar guru mendapatkan tunjangan daerah, yaitu guru yang mengajar di desa dengan kategori desa sangat tertinggal.

Program ini dilakukan setap tahun dengan cara mengusulkan desa yang akan mendapatkan program tunjangan daerah. Kementerian Pendidikan akhirnya memilih dari usulan dengan melihat referensi yang diusulkan sekaligus melihat kondisi desa dari Kementerian Desa.

Kepala Dinas Pendidikan, H. Rahmat mengatakan, tahun ini beberapa desa diusulkan, namun hanya tujuh desa yang disetujui oleh pemerintah pusat, antara lain SD dan SMP Desa Kayakah Kecamatan Amuntai Selatan, SDN Desa Pinangkara Kecamatan Amuntai Tengah, SD dan SMP Desa Kalumpang Dalam Kecamatan Babirik, SDN Desa Danau Terate Kecamatan Banjang, SD Desa Longkong, SD dan SMP Desa Pararain, dan SD Telaga Mas Kecamatan Danau Panggang.

Ketujuh desa itulah yang pengajar baik PNS maupun non PNS mendapatkan tunjangan daerah untuk kategori desa sangat tertinggal.

Tunjangan ini diberikan kepada pengajar yang telah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Besaran disesuaikan dengan gaji pokok yang diberikan per triwulan dan saat ini telah memasuki pembayaran yang kedua.

“Pemberian tunjangan daerah sangat tertinggal diserahkan langsung melalui rekening penerima dan diserahkan setiap tiga bulan sekali,” ungkapnya.

Rahmat menambahkan, jumlah desa sangat tertinggal di Kabupaten HSU yang termasuk dalam data BPS ada 32 desa, namun untuk penerima tunjangan daerah sangat tertinggal dipilih lagi oleh Kementrian Pendidikan. Pihaknya berharap setiap tahun semakin banyak desa yang mendapatkan, namun penilaian dilakukan langsung oleh Kementerian.

“Bukan hanya melihat akses jalan yang sulit menuju desa tersebut,namun juga melihat kondisi kesejahteraan warga,” imbuhnya.

Terpisah, Camat Babirik Hamdani mengatakan, Desa Kalumpang Luar memang sangat tertinggal. Warganya merupakan petani yang akan berubah profesi menjadi nelayan saat musim penghujan.

“Sebagian pengajar berasal dari desa lain dan harus melewati titian yang cukup panjang saat menuju sekolah, sangat cocok menjadi penerima tunjangan daerah,” ungkapnya. (Diskominfo/tim/indah)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!