Selasa, 25 September 2018
Kesehatan

IMUNISASI CEGAH CAMPAK DAN RUBELLA

 

Amuntai – Begitu dahsyatnya bahaya penyakit campak dan Rubella atau Measles dan Rubella (MR), sehingga pemerintah harus kembali melakukan imunisasi yang digelar pada bulan Agustus dan September 2018 mendatang.

Tidak dipungkiri, masih ada oknum orang tua yang anti dan bahkan menolak anak-anaknya diimunisasi. Adanya kekhawatiran dengan anak yang dimasukkan vaksin, karena beredar kabar vaksin dapat menyebabkan autisme maupun demam.

Juru bicara Sosialisasi Imunisasi MR Puskesmas Pasar Sabut Kecamatan Sungai Tabukan, Haderiyani, Selasa (26/6) kemarin menepis semua anggapan tersebut.

Menurutnya, imunisasi apapun aman bagi tubuh, apalagi imunisasi MR ini, karena 141 negara di dunia telah menggunakannya, sudah direkomendasikan WHO, serta mendapat izin edar dari BPOM.

“Apalagi telah mendapat fatwa MUI Nomor 4 tahun 2016, karena imunisasi sebuah ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit, khususnya campak dan rubella yang sangat berbahaya,” tegasnya.

ASN di Puskesmas Pasar Sabtu Kecamatan Sungai Tabukan tersebut menyebutkan, penularan MR bisa melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Umumnya menyerang anak dan orang dewasa yang belum pernah diimunisasi.

Terkait gejalanya, penyakit campak yang ditandai dengan demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai batuk, pilek, dan mata merah. Penyakit rubella tidak begitu sepesifik, umumnya hanya demam ringan lebih mirip gejala flu.

“Walaupun demikian, MR ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Pencegahan yang tepat melalui imunisasi dan imunisasi hak setiap anak, karena setiap orang tua berkewajiban memenuhinya,” terangnya. (Diskominfo/tim/indah)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!