Senin, 22 April 2019
Kesehatan

KADINKES HSU BUKA PERTEMUAN BUDE JAMU 2017

 

“Jamu adalah warisan nenek moyang dan minum jamu merupakan hal yang biasa bagi masyarakat Indonesia. Ketika minum jamu menjadikan sesorang menjadi bugar maka hal ini menjadi luar biasa”.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Urara (HSU) dr. H. Agus Fidliansyah ketika membuka Pertemuan Pergerakan Bugar Dengan Jamu (Bude Jamu), Rabu (18/10) di Aula 1 Dinas Kesehatan Kabupaten HSU.

Dalam kesempatan tersebut Agus juga menghimbau agar berhati-hati ketika minum jamu sekiranya ada zat kimia pembuat obat yang menyertai jamu tersebut dengan tanda-tanda kemungkinan proses penyembuhan yang sangat cepat / spontan.

“Hal itu perlu diwaspadai, karena jamu merupakan ramuan tradisional yang berasal dari nabati atau tumbuhan atau juga bisa berasal dari hewan dan dari mineral yang dalam penyembuhan perlu proses tidak spontan”, lanjut Agus.

Agus berharap kepada peserta pertemuan  untuk dapat menyampaikan informasi yang didapat tentang budaya minum jamu kepada masyarakat luas.

Pertemuan Bude Jamu diikuti  40 orang terdiri dari kader kesehatan dan petugas farmasi di wilayah kerja 13 UPT Puskesmas yang ada di Kabupaten HSU, dengan narasumber Kabid Farmasi dan SDK Dinkes  Provinsi Kalsel, Kasi Kefarmasian Dinkes Provinsi Kalsel, Kabid Pelayanan dan SDK Dinkes Kabupaten HSU, Kasi Farmasi, Alkes dan PKRT Dinkes Kabupaten HSU.

Materi yang disampaikan meliputi Keamanan Jamu dan Bahan Berbahaya pada Obat Tradisional, Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional Peberdayaan Masyarakat dengan Swamedikasi Jamu (Bude Jamu), Pemilihan bahan baku jamu / simplisia yang baik dan segar, serta Pedoman Pembinaan Usaha di Bidang Obat Tradisional (Usaha Jamu Racikan dan Usaha Jamu Gendong).

Pada acara pembukaan Pertemuan Pergerakan Bugar dengan Jamu (Bude Jamu) juga dilakukan acara minum jamu bersama yang disediakan salah seorang bibi penjual jamu di Kabupaten HSU, ibu Marinem dari Gang Kelapa Jalan Tembus TVRI Sungai Malang Amuntai.  Jamu yang disediakan adalah jamu Beras Kencur dan jamu Kunir Asem.

Gerakan Nasional Bude Jamu adalah upaya melestarikan budaya minum jamu untuk mendukung Indonesia Sehat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Adanya Gernas Bude Jamu diharapkan akan menjamin jamu yang bermutu, aman dan bermanfaat, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap jamu, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha jamu.

Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu dimulai pada Hari Kesehatan Nasional ke 50 Tahun 2014 yang dengan ditandai minum jamu bersama di Monas Jakarta dan diresmikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Januari 2015 (Dinkes/Yuli).

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!