budaya & olahraga

LESTARIKAN BUDAYA PENCAK SILAT NUSANTARA MELALUI AJARAN PSHT

AMUNTAI – Pembukaan Ujian Pendadaran Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) diikuti PSHT Cabang Hulu Sungai Utara dan PSHT Cabang Balangan.  Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Golf Air Tawar HSU, Minggu (27/8).  Jumlah peserta yang mengikuti pendadaran ini sebanyak 40 orang dan dilaksanakan selama satu hari.

Kegiatan ini juga dimeriahkan penampilan pencak silat dari PSHT Cabang HSU dan PSHT Cabang Balangan.  Selain itu juga ditampilkan yel-yel PSHT dan formasi menara sebagai simbol yang bermakna “satu komando untuk membangun bangunan dengan satu kekompakan, ketika bangunan dibangun tanpa kekompakan maka bangunan akan roboh”.

Ayub Eko Prasetyo selaku panitia pelaksana mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan calon penerus ajaran Persatuan Setia Hati Terate.

“Disini tidak hanya mempelajari ilmu bela diri, tapi juga menanamkan norma-norma Islam serta budi pekerti yang luhur, sehingga nantinya bisa membedakan mana yang benar dan salah”, ujar Ayub.

Ayub berharap melalui kegiatan ini pencak silat sebagai budaya asli Nusantara dapat senantiasa lestari, khususnya di Bumi Khuripan.  Dan kepada adik-adik warga baru PSHT Ayub berpesan agar selalu menjaga falsafah PSHT yakni “Memayung Hayuning Bawono” yang artinya dapat bermanfaat bagi seluruh alam.

Sementara itu Rahmatullah Zumaini, S.Pd selaku pelatih Cabang PSHT HSU menjabarkan materi yang diujikan pada kegiatan pendadaran PSHT kali ini meliputi senam dan jurus yang merupakan ajaran PSHT yang baku.  Kemudian permainan toyak yang didalamnya diajarkan senam dan jurus menggunakan permainan toyak. Dan terakhir permainan kripen atau bela diri praktis yakni melatih untuk membela diri baik dengan senjata maupun tangan kosong.

Zumaini juga mengajak masyarakat yang ingin bergabung menjadi warga Persaudaraan Setia Hati Terate bisa langsung mendatangi sekretariat PSHT HSU di Stadion Olahraga Karias.  Bagi pelajar bisa mengikuti di SMAN 2 Amuntai, MAN 3 Amuntai, SMKN 1 Amuntai, dan SMPN 5 Banjang.

Untuk menjadi warga tingkat 1 PSHT harus melalui beberapa tahapan latihan selama 2 tahun.  Masing-masing tingkatan terdiri dari sabuk polos, sabuk jambon, sabuk hijau dan terakhir sabuk putih. Setiap tingkatan diajarkan selama 6 bulan agar bisa menjadi warga tingkat 1. (DISKOMINFO/Ami)

 

Leave a Response

Dinas Kominfo HSU
Media Center - Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara