Rabu, 17 Oktober 2018
Kesehatan

LOKA POM HSU SOSIALISASIKAN KEAMANAN OBAT DAN MAKANAN

Amuntai – Loka POM (Pengawas Obat dan Makanan) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sosialisasikan keamanan obat dan makanan, bertempat di aula Loka POM Jl. Saberan Effendi Kelurahan Sungai Malang Amuntai, Rabu (10/10).

Sosialisasi keamanan obat dan makanan ini dihadiri Kepala Loka POM Kabupaten HSU, Kepala Dinas Kesehatan, perwakilan RSUD Pambalah Batung, Puskesmas, pelaku usaha, dan apotek.

Menurut Kepala Loka POM Kabupaten HSU, Bambang Hery Purwanto, melalui sosialisasi ini diharapkan nantinya tidak ada lagi peredaran obat-obatan ilegal dan kosmetik yang mengandung bahan terlarang, sehingga pihaknya mengundang para pelaku usaha, apotek, apoteker, toko obat, dan puskesmas, agar tidak ada lagi pelanggaran masalah obat-obatan di Hulu Sungai Utara.

“Di Kalimantan Selatan ada 2 saja Loka pengawas obat dan makanan, yaitu Kabupaten Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Utara, karena 2 kabupaten ini merupakan daerah dengan peredaran obat-obatan terlarang yang tertinggi,” imbuhnya.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Bambang Hery Purwanto dari Loka POM Kabupaten HSU, dr. H. Agus Fidliansyah dari Dinas Kesehatan, dan Lukmanul Hakim dari Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten HSU.

Narasumber Bambang Hery Purwanto menyampaikan beberapa peraturan perundang-undangan kefarmasian, peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 28 tahun 2018 tentang pedoman pengelolaan obat-obatan tertentu yang sering disalahgunakan.

“Dalam kriteria obat-obatan tertentu dalam peraturan tersebut terdiri atas obat dengan bahan yang mengandung dekstometorfan, obat-obatan tertentu yang sering disalahgunakan. Dan selanjutnya disebut obat-obat tertentu adalah obat yang bekerja di sistem susunan syaraf pusat selain narkotika dan psikotropika, yang pada penggunaannya di atas dosis dapat menyebabkan ketergantungan dan perubahan khas pada aktivitas mental dan prilaku,” papar Bambang.

Selanjutnya, narasumber dr H. Agus fidliansyah menyampaikan mengenai peran sarana pelayanan kefarmasian dalam melindungi masyarakat dan obat ilegal, penyalahgunaan obat, serta peraturan pemerintah yang mengatur tentang kefarmasian penjualan obat dan pekerjaaan kefarmasian pelayanan masyarakat.

“Karena itu, bentuk dari pengawasan dari Dinas Kesehatan HSU adalah mengenai pengaturan perizinan terhadap toko-toko obat yang belum mempunyai izin, serta yang masih dalam proses pembuatan izinnya, serta apoteker yang mempunyai sutat izin prakteknya atau yang sah menurut perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.

Pada sesi terakhir, narasumber Lukmanul Hakim menjelaskan seputar peran apoteker guna mendukung aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan.

“Peran apoteker untuk menjamin penyediaan mutu farmasi, pengadaan, pengamanan, penyimpanan, serta pendistribusian obat-obatan agar selalu terjamin untuk dapat melayani masyarakat. Selain itu, pelayanan terhadap resep dokter, pelayanan informasi obat, pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya. (Diskominfo/yanto/indah)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!