Rabu, 26 Juni 2019
Pendidikan

PARENTING SGI, ORANG TUA JUARA ANAK JUARA

Amuntai – Sekolah Guru Indonesia (SGI) tidak hanya fokus dalam pengembangan kompetensi guru-guru saja, tetapi juga aktif dalam memberdayakan masyarakat. Salah satunya mengadakan parenting yang diadakan di MIN 28 Hulu Sungai Utara (HSU). Parenting SGI ini dihadiri para orang tua dan anak.

Menurut Trainer SGI HSU Muh. Wahyuddin S. Adam, kegiatan ini sebagai ajang sinergitas antara pihak orang tua dengan sekolah. Awal terbentuk karakter anak bukan dari sekolah, tetapi pendidikan yang ada di rumah yaitu orang tuanya sendiri. Baik buruknya akan bercermin pada orang tua bagaimana cara mendidiknya selama di rumah. Oleh karena itu orang tua memilki peran sentral anaknya dalam mendidik.

“Terkadang orang tua banyak mengeluh melihat perilaku anaknya yang tidak taat. Misalnya disuruh sesuatu, tetapi anaknya selalu mengatakan nanti atau sebentar, atau bahkan tidak mau melakukannya. Hal ini disebabkan bukan karena anak kita yang bandel, tetapi pendekatan orang tua yang tidak sesuai dengan kemauan anaknya. Orang tua harus mengidentifikasi gaya belajar si anak, apakah dia gaya belajarnya visual yang sering meniru apa yang dilihatnya, atau auditorial yang senang bilang dinasehati atau disuruh, atau kinestetik yang suka melakukan hal-hal yang sifatnya praktik. Dengan begitu anak akan nyaman dengan sikap orang tuanya ketika gaya belajar mereka terpenuhi,” jelas Wahyuddin.

Wahyuddin menambahkan, selain gaya belajar, mereka juga perlu mengetahui potensi kecerdasan anak. Selama ini kita hanya mengandalkan nilai rapor dari sekolah sebagai tolak ukur kecerdasan anak-anak kita, padahal kecerdasan itu bukan hanya dilihat dari segi linguistik (kemampuan dalam mengarang puisi, cerpen, dll) dan logika (kemampuan dalam menguasai bilangan dan angka) saja, tetapi ada pula kecerdasan musikal (kemampuan memainkan alat musik dan bernyanyi), kecerdasan spasial (kemampuan dalam menggambar, melukis, dan mewarnai), kecerdasan badani (kemampuan dalam berolahraga dan menari), kecerdasan Interpersonal (kemampuan dalam memahami perasaan dan watak dirinya), kecerdasan intrapersonal (kemampuan bertindak secara adaptif di lingkungannya), kecerdasan naturalis (kemampuan untuk mengerti kondisi alam, flora dan fauna), serta kemampuan eksistensial (kemampuan dalam menjawab persoalan-persoalan terdalam dalam hidupnya).

Usai pemberian materi, trainer SGI Kabupaten HSU membagikan sebuah kertas kecil kepada para orang tua untuk menuliskan 5 mimpi anaknya, tetapi harus melakukan diskusi dulu bersama anaknya agar adanya kesepakatan antar mimpi anak dan dukungan orang tua. Momen inilah yang sangat berharga bagi anak, karena mungkin di rumah orang tua bisa jadi hanya sibuk dengan pekerjaaannya masing-masing, sehingga melupakan sosok anaknya yang masih perlu perhatian lebih dalam mendidik.

“Semoga dengan adanya parenting ini dapat menyadarkan dan memotivasi orang tua dalam mendidik anaknya di rumah, agar misi yang dibawa dari sekolah bersinergi dengan misi yang didapatkan dari rumah,” harap Wahyuddin. (Diskominfo/SGI/indah)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!