Senin, 20 November 2017
KesehatanLingkungan Hidup

PEMKAB HSS LAKUKAN PEMBELAJARAN KE DINKES HSU

 

Amuntai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan kunjungan pembelajaran ke Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terkait hal pengembangan tangki septik (septic tank) model Tripikon-S, Jumat (3/11).

Kunjungan rombongan Pemkab HSS yang terdiri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Pekerjaan Umum tersebut dalam rangka pengembangan WC yang ramah lingkungan di kawasan rawa dan sungai.

Menurut Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten HSS, Adriani Noor, Kabupaten HSU dipilih dalam kunjungan ini karena telah mengembangkan WC ramah lingkungan berupa septic tank model Tripikon-S yang sangat sesuai untuk daerah rawa dan kawasan sungai.

“Kami ingin mengetahui lebih lanjut tentang Tripikon-S yang telah dikembangkan oleh Kabupaten Hulu Sungai Utara, agar dapat mengetahui informasi dan gambaran dalam pembuatannya, sehingga nantinya dapat diterapkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan”, ujar Adriani.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes HSU H. Masbudianto, SKM mengatakan, dikembangkannya septic tank model Tripikon-S di Kabupaten Hulu Sungai Utara juga telah melewati berbagai pertimbangan, salah satunya adalah wilayah HSU yang didominasi rawa dan kawasan sungai.

Kawasan HSU yang didominasi rawa merupakan tantangan berat bagi pemerintah daerah dalam hal sanitasi, sehingga berdasarkan berbagai kajian, diterapkanlah model Tripikon-S.

“Diperlukan sarana tepat guna untuk daerah seperti Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam hal sanitasi, salah satunya adalah penggunaan septic tank model Tripikon-S, karena model ini sangat cocok untuk daerah rawa dan kawasan sungai”, lanjut Masbudianto.

Prinsip Tripikon-S yang pertama kali dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut sebenarnya hampir sama dengan septic tank biasa, dengan tujuan memaksimalkan proses dekomposisi tinja secara biologis di dalam suatu tempat, namun Tripikon-S memiliki berbagai keunggulan.

Dalam kesempatan ini, Sanitarian Muda Dinkes HSU Rusdiani, SKM memaparkan berbagai keunggulan Tripikon-S, diantaranya dapat digunakan sistem individu, cocok diterapkan untuk rumah panggung dan apung, tidak boleh ada sampah yang masuk ke dalam sistem, dapat menggunakan material lokal, kebutuhan lahan kecil, dapat dikerjakan oleh tenaga lokal, memiliki efisiensi sekitar 75%, dan yang paling penting cocok untuk daerah rawa dan kawasan sungai.

“Tripikon-S dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara seiring perkembangan isu sanitasi lingkungan”, ujar Rusdi.

Di hadapan pihak Pemkab HSS, Rusdi juga memaparkan seputar kebutuhan bahan dan proses pembuatan septic tank model Tripikon-S, serta memperagakan kinerjanya.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes HSU H. Masbudianto, Tripikon-S telah dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara sejak tahun 2014.

“Hingga saat ini telah diterapkan di Kecamatan Paminggir dan Kecamatan Amuntai Selatan”, ujar Masbudianto. (Diskominfo/mahdi)

Leave a Response

Dinas Kominfo HSU

Media Center – Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara

error: Konten di lindungi !!