Rabu, 23 Oktober 2019
Kesehatan

PEMKAB HSU GELAR REMBUK AKSI PERCEPATAN STUNTING

AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting dengan tema “Kita Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Sehat, Cerdas, dan Produktif Guna mewujudkan HSU MANTAP”, bertempat di Gedung Agung Amuntai, Selasa (8/7).

Rembuk Stunting yang digagas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten HSU bersama Bappelitbang HSU ini dibuka oleh Bupati HSU H Abdul Wahid HK, bertujuan untuk membangun komitmen dan kebijakan serta arah strategi percepatan penurunan stunting agar penanganan stunting menjadi komitmen bersama yang diwujudkan dalam kebijakan, program kerja, dan partisipasi aktif seluruh masyarakat, media massa, dan dunia usaha.

Kepala Bappelitbang HSU Hj Ina Wahyudianty dalam laporannya mengatakan, konvergensi percepatan pencegahan stunting adalah intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk pencegahan stunting.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendeklarasikan komitmen Pemerintah Daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi yang membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi. Komitmen ini ditandatangani oleh Bupati HSU, perwakilan DPRD, Camat, Kepala Desa, pimpinan SKPD, serta perwakilan sektor non pemerintah dan masyarakat.

Seiring dengan itu, Bupati HSU H Abdul Wahid sangat mendukung dan mengapresiasi dengan dilaksanakannya rencana aksi ketiga Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (KP2S) melalui rembuk stunting.

Terkait penurunan stunting, Wahid berharap adanya komitmen semua pihak agar hasil dari rembuk stunting ini dimuat di dalam RKPD atau Renja SKPD tahun berikutnya. Maka dari itu, dilakukan penggalangan komitmen para pengambil kebijakan di daerah dan pimpinan stakeholder di Kabupaten HSU khususnya dalam melakukan perencanaan, koordinasi, monitoring, dan evaluasi serta advokasi dalam percepatan penurunan stunting.

Diketahui, stunting atau masalah kurang gizi kronis disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

“Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan,” papar Wahid.

Adapun narasumber pada pertemuan rembuk stunting ini adalah Kasi Wilayah Satu Kesehatan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Aris Munandar, dan dihadiri oleh Kepala Bappelitbang Provinsi Kalsel, anggota DPRD HSU, Kepala SKPD HSU, Camat, Kepala Puskesmas, Pengelola Program Gizi, KIA dan Kesling Puskesmas, Kepala Desa, Ketua TP PKK, Tokoh Masyarakat, dan undangan lainya. (Diskominfo/nata)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!