Kamis, 22 Agustus 2019
Pertanian

SEKOLAH LAPANG UPSUS PADI, UPAYA TINGKATKAN HASIL SWASEMBADA PANGAN

AMUNTAI – Guna meningkatkan hasil swasembada pangan melalui pertanian padi, sejumlah kelompok petani di Desa Karias Dalam Kecamantan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), diberikan bimbingan serta metode Pengendalian Hama Tikus, Kekeringan, dan Rencana Pembuatan Jalan Usaha Tani oleh Dinas Pertanian Kabupaten HSU melalui kegiatan Sekolah Lapang Upsus Padi.

Para petani tidak hanya diberikan metode menanggulangi masalah hama tikus yang kerap dihadapi baik melalui cara gropyokan, jebakan, emposan tikus, dan lain sebagainya, tetapi juga diberikan cara yang tepat untuk pengembangan usaha tani dan praktek langsung penggunaan alat emposan tikus di lahan pertanian.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Banjang Dasuki di sela kegiatan, Jumat (9/8), mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada para petani tentang bagaimana cara mengatasi berbagai masalah pertanian yang sering timbul, salah satunya cara menanggulangi hama tikus.

“Kegiatan ini selanjutnya juga akan dilakukan kepada kelompok-kelompok tani lainnya di kecamatan Banjang yang rencananya akan dilakukan di Desa Garunggang dan juga di Desa Kaludan Besar,” imbuhnya.

Demikian juga ungkap Netty Hastuti Ketua Tim KJF Dinas Pertanian Kabupaten HSU di sela-sela kegiatan tersebut, berharap partisipasi para petani dalam kegiatan ini, untuk bersama-sama memecahkan berbagai macam masalah pertanian, salah satunya metode efektif untuk membasmi hama tikus.

“Kami berharap para petani dapat saling berkoordinasi dengan para penyuluh pertanian terutama menghadapi masalah-masalah yang muncul bagi petani,” tandasnya.

Sementara itu, Yustyanto Tri Jatmiko selaku penyuluh pertanian mengimbau kepada para petani agar bersama-sama untuk memecahkan permasalahan-permasalahan pertanian baik bersama para penyuluh pertanian ataupun sesama petani.

Dirinya juga menekankan akan pentingnya menjaga kondisi fauna di sekitar lahan pertanian sebagai musuh alami dari hama.

“Contohnya seperti burung hantu, burung elang, dan ular yang merupakan pembasmi alami hama tikus di lingkungan persawahan,” pungkasnya. (Diskominfo/wahyu)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!