Minggu, 20 September 2020
Lingkungan HidupPemerintahanUmum

APEL DAN SIMULASI TERPADU PENANGGULANGAN KARHUTLA KABUPATEN HSU

AMUNTAI – Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kepolisian Resort HSU, bekerjasama dengan BPBD, Satpol PP, Tagana, TRC, Dishub, dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) HSU, mengadakan apel dan simulasi terpadu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Banjang, Minggu (13/8).

Hadir dalam kegiatan ini Dandim 1001/Amuntai, Kapolres HSU, Plt. Kepala BPBD HSU, Camat Banjang, kepala desa, tokoh masyarakat dan rekan relawan.

Dalam simulasi terlihat jajaran Polres HSU beserta relawan memperagakan simulasi penanggulangan Karhutla.   Dijelaskan langkah pertama dilakukannya patroli oleh tim ke seluruh wilayah yang dianggap rawan terjadi kebakaran, kemudian pemasangan spanduk larangan membakar hutan dan lahan di wilayah yang cocok dan terlihat oleh masyarakat, sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan, selanjutnya diperagakan aksi pemadaman titik api oleh petugas pemadam kebakaran dan diakhiri dengan olah TKP untuk menggali informasi sejauh mana dampak kerusakan maupun penyebab terjadinya kebakaran.

Dalam amanat Kapolda Kalsel yang dibacakan Kapolres HSU AKBP Agus Sudaryatno, S.IK dikatakan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk menyamakan langkah serta menyatukan tekad untuk saling bahu membahu dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan di Hulu Sungai Utara.

Agus juga mengatakan sebagaimana yang telah kita rasakan beberapa tahun yang silam, bencana kabut asap yang melanda Kabupaten HSU yang terjadi akibat adanya pembakaran lahan di beberapa wilayah HSU.  Tentu saja kerugian yang dihasilkan tidak sedikit baik materil maupun immateril, bahkan menyebabkan terjadi konflik satwa dan manusia, maka dari itu hendaknya kita menyadari dan bergerak bersama untuk tidak membakar hutan agar terjaga lingkungan yang sehat demi kebaikan bersama.

“Karhutla tidak dapat dicegah dengan gerakan sendiri, harus ada kerjasama baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, TNI dan Polri, tim relawan serta masyarakat” tegas Agus.

Senada dengan Kapolres HSU, Plt. Badan Penanggulangan Bencana Daerah HSU Drs. H. Hasmi Riva’i, M.Si mengajak seluruh masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan, apalagi wilayah Kalimantan Selatan yang didominasi lahan gambut yang potensial menyebabkan kebakaran.

Kepada para penegak hukum Hasmi berharap agar lebih fokus untuk melakukan penyelidikan, penyidikan dan upaya hukum pada kasus kebakaran hutan dan lahan sehingga memberikan efek jera bagi pelaku.  Pelibatan masyarakat secara menyeluruh sangatlah diperlakukan termasuk masyarakat peduli api yang telah dibina oleh beberapa pihak, selalu melaksanakan patroli dan siap melakukan pemadaman dengan cepat bila terjadi kebakaran serta pembentukan satgas terpadu siaga Karhutla pada tiap kecamatan.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih tahu bahwa tindakan pembakaran hutan ini ada hukum pidananya, jangan hanya mementingkan keuntungan sendiri tapi merugikan banyak orang” ujar Hasmi (Diskominfo/Ami)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
%d blogger menyukai ini: