Sabtu, 19 September 2020
Umum

CEGAH KARHUTLA, TIAP DESA DILENGKAPI MESIN PEMADAM PORTABLE

AMUNTAI – Guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akan melengkapi tiap desanya yang berjumlah 214 desa termasuk 5 kelurahan dengan mesin portable.

“Bupati mengharapkan agar beberapa desa bisa bekerjasama mengalokasikan anggaran untuk pengadaan mobil tanki pemadam, karena kalau hanya mengandalkan mesin portable seringkali susah mngakses sumber air di musim kemarau,” ujar Camat Sungai Tabukan Syahbudinnor di Amuntai, Senin (23/9).

Syahbuddin mengatakan, beberapa desa di kecamatannya saat ini sudah memiliki mesin portable untuk memadamkan api, hanya saja kesulitan mengakses sumber air.

Dikatakan, jika desa sudah memiliki sendiri mobil tanki pemadam dan mesin portable, maka bisa melakukan tindakan pertama upaya pemadaman kebakaran lahan maupun pemukiman sebelum tiba bantuan dari kota atau kecamatan lain.

“Mudah-mudahan melalui perubahan APBdes pengadaan mobil tanki pemadam sudah bisa direalisasikan pada 2020,” katanya.

Syahbudin sangat bersyukur, karena berkat partisipasi dan kesadaran masyarakat peristiwa kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayahnya cukup sedikit.

Meski demikian, pemerintah kecamatan bersama jajaran Polsek Alabio dan Danramil tetap berupaya meningkatkan kesiagaan pencegahan karhutla dengan membentuk sub satgas karhutla di kecamatan.

Babinsa Koramil Sungai Pandan, Sertu Hadriani, yang berhadir pada apel kesiagaan penanganan karhutla di kecamatan Sungai Tabukan berharap pada wilayah desa yang rawan terjadi kebakaran bisa dibentuk satgas kecil di tingkat desa.

“Saat ini dari anggota satgas Koramil Sungai Pandan menggilirkan anggotanya di posko untuk melakukan pengawasan dan patroli 1×24 jam, berharap kedepan bisa dibentuk satgas desa khusus untuk wilayah yang rawan,” terangnya.

Adapun fasilitas yang dimiliki satgas karhutla di kecamatan berupa tiga unit mesin portable, ditunjang beberapa unit kendaraan pengangkut sampah dan motor milik polsek dan koramil setempat.

Kapolsel Alabio AKP Teguh mengatakan, upaya pencegahan (preventif) dilakukan dengan sosialisasi dan pendekatan dengan pihak-pihak yang diduga bisa melakukan pembakaran lahan.

Sosialisasi juga dilakukan melalui baliho dan spanduk khususnya terkait tindak pidana dan hukuman bagi pelaku pembakaran lahan dan hutan.

“Kita berharap dengan terjadinya kabut asap masyarakat semakin sadar untuk tidak membakar lahan,” kata Kapolsek.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat diharapkan, cukup dengan tidak membakar lahan dan sampah sudah termasuk partisipasi yang mudah dilakukan.

Pihak pemerintah kecamatan Sungai Tabukan menggelar apel kesiagaan penanganan dan pencegahan karhutla di halaman Kantor Camat dengan diikuti personil polsek, koramil, aparat desa, BPD, satgas dan relawan.

Usai apel, dilanjutkan dengan rapat koordinasi di aula kantor kecamatan diikuti aparat kecamatan dan desa. Rapat koordinasi dipimpin camat didampingi Kapolsek Alabio dan Babinsa Koramil Sungai Pandan, untuk menyamakan persepsi dan rencana pembentukan sub satgas di kecamatan Sungai Tabukan dalam rangka penanganan dan pencegahan karhutla. (Diskominfo/Eddy/Rahman)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
%d blogger menyukai ini: