Kamis, 26 November 2020
Dekranasda

DEKRANASDA HSU GELAR BIMBINGAN DAN PENYULUHAN IKM

AMUNTAI – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hj Anisah Rasyidah Wahid turun langsung melihat aktivitas para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang didominasi ibu-ibu saat mengikuti bimbingan penyuluhan di Desa Banyu Hirang Kecamantan Amuntai Selatan, Kamis (23/1).

Bimbingan dan penyuluhan yang digelar Dekranasda dan binaan Disperindagkop-UKM Kabupaten HSU ini merupakan upaya pembinaan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dalam rangka memperkuat jaringan klaster industri, terlebih setelah Desa Banyu Hirang terpilih sebagai satu desa yang mewakili Kalimantan Selatan di ajang penilaian desa UP2K tingkat Nasional tahun 2020.

Dekranasda HSU menghadirkan dua narasumber dalam pembinaan tersebut, yaitu Ketua MUI HSU KH Said Masrawan sebagai narasumber untuk produk halal dan Febrianto Rahman selaku narasumber Dinkes HSU untuk sertifikat produksi pangan – industri rumah tangga (SPP-IRT).

Kepala Disperindagkop-UKM HSU, H Ahmad Ridhani Effendi mengatakan, kegiatan ini merupakan bimbingan dan penyuluhan para pelaku industri rumah tangga mengenai pengolahan pangan yang ditekankan pada sertifikasi halal dan keamanan pangan khususnya bagi UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) di desa Banyu Hirang.

“Pentingnya pembinanaan ini karena keamanan pangan menjadi isu yang berkembang di masyarakat, baik karena adanya kasus-kasus keracunan makanan atau karena semakin meningkatnya kesadaran dan tuntutan masyarakat terhadap makanan yang sehat,” ujar Effendi.

Dijelaskannya, melalui keamanan pangan, selain untuk menjaga makanan tetap aman, higienis, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama, juga dimaksudkan untuk mencegah pencemaran baik fisik, biologis, maupun kimia yang berdampak pada kesehatan manusia.

Selain itu, Effendi juga mengharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan SDM pelaku usaha industri kecil rumah tangga khususnya UP2K di desa Banyu Hirang, yang menghasilkan produk yang aman, sehat, dan higienis.

“Hal ini tentunya juga sebagai salah satu syarat setiap pelaku industri kecil rumah tangga yang nantinya harus mempunyai Sertefikat Produk Pangan-Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) melalui Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kabid Perindustrian-IKM H Muhammad Yani yang menekankan akan pentingnya persyaratan sertifikat produk industri rumah tangga baik SPP-IRT dari Dinkes maupun label halal dari Kementerian Agama.

Dirinya berharap melalui pembinaan ini IKM-IKM di Desa Banyu Hirang dapat benar-benar menjalankan industrinya, terkait kesiapan tempat, peralatan, dan bahan.

Menurut Yani, pemerintah daerah berupaya membantu memfasilitasi agar kemudahan memiliki sertifikat produk dapat dimiliki bagi setiap pelaku IKM di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Terpisah, Ketua Dekranasda HSU Hj Anisah Rasyidah sekaligus ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten HSU sebelumnya mengakui pihaknya bakal terus menggenjot pelaku-pelaku IKM khususnya UP2K desa Banyu Hirang.

Selain sering melakukan pelatihan anyaman, olahan pangan, ia juga bakal melakukan pembinaan terhadap pembutan kain sasirangan agar UP2K desa Banyu Hirang dapat semakin bertambah.

“Ditambah lagi jelang penilaian lomba UP2K ditingkat Nasional yang diperkirakan pada bulan April 2020 mendatang,” tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut Anisah juga didampingi oleh ketua Dharma Wanita Persatuan HSU, Hj Raudhatul Munawarah dan Kepala Dispersip HSU Hj Lailatannur Raudah sekaligus melakukan monitoring persiapan penilaian lomba UP2K nasional. (Diskominfo/Wahyu)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!
%d blogger menyukai ini: