Jumat, 18 September 2020
InovasiPemerintahan

KOMISI II DPRD BANJAR PELAJARI PENGEMBANGAN UKM HSU

AMUNTAI – Sebanyak enam orang dari Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan melaksanakan studi pembelajaran kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara tentang pengembangan Usaha Kecil Menengah.

Rombongan DPRD Kabupaten Banjar terdiri atas Ketua Komisi II H Pribadi Heru Jaya, Wakil Ketua Komisi II H Muhammad Syahrin, disertai empat anggota Dewan Farmei Golles, Herlina Anggriani, Ratu Juriah, dan Sarwani, didampingi Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banjar H Eko Subianto.

Rombongan disambut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten HSU Ahmad Redhani Effendi, Kabid pembinaan UKM Hernani, dan Kabid Perdagangan Marjuki, di Aula kantor Disperindagkop UKM HSU, Selasa (28/1).

“Kita ingin belajar bagaimana Pemkab HSU dalam mengembangkan UKM karena daerah ini memiliki banyak UKM yang berkembang cukup pesat,” ujar Ketua Komisi II H Pribadi Hadiwijaya.

Pribadi mengatakan, Kabupaten Banjar memiliki sumber daya alam cukup melimpah namun belum banyak yang memanfaatkannya melalui UKM.

Komisi II akan mendorong Pemkab Banjar untuk mengembangkan UMKM karena potensi sektor ini cukup menjanjikan kedepannya, baik menyerap tenaga kerja maupun meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha UKM.

Apalagi, katanya, pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan terus mendorong dan membantu pengembangan UKM.

“Kementerian menyiapkan jenis potong massal seperti konveksi, itu yang akan diberikan ke daerah-daerah. Kementerian juga akan membuat peraturan agar hasil produksi UKM bisa diserap dunia usaha seperti perhotelan dan lainnya,” terang Pribadi.

Pribadi menyadari bahwa potensi alam di Kabupaten Banjar juga menyediakan bahan baku melimpah untuk industri UKM, hanya saja kurang dari segi keterampilan, sehingga perlu belajar dengan UKM di Kabupaten HSU.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten HSU Ahmad Redhani Effendi menyambut baik keinginan komisi II untuk mengembangkan usaha UMKM di Kabupaten Banjar.

“Kalau di HSU usaha UKM dan kerajinan mampu bertahan hidup karena selalu dibutuhkan rakyat serta tidak berkaitan dengan bursa saham,” kata Redhani.

Ia juga menyampaikan alasan sektor UKM bisa diandalkan karena merupakan sektor usaha yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan merupakan industri kerakyatan yang bersifat padat karya.

“Bahkan saat krisis ekonomi global terjadi beberapa tahun lalu, sektor kerajinan dan UKM di Kabupaten HSU tetap bisa bertahan,” tandasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga secara terus-menerus memberikan pembinaan dan pelatihan, bantuan peralatan, mesin, permodalan serta kemudahan pinjaman kredit di perbankan, koperasi, dan lainnya.

Disperindagkop UKM juga bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam pembinaan dan pelatihan perajin anyaman purun dan ilung (ampulung).

“Bupati juga menerbitkan edaran kepada pelaku usaha di HSU agar turut menggunakan produk kerajinan dan UKM agar tetap eksis dan berkembang,” kata Redhani.

Selain itu, lanjutnya, promosi produk kerajinan dilakukan melalui ajang pameran di dalam maupun di luar daerah.

Permasalahan yang dihadapi sektor UKM dan Kerajinan di HSU, kata Redhani, bahan baku dan rotan masih didatangkan dari luar HSU, meski ada juga yang diperoleh dari HSU namun hanya sedikit. Jumlah perajin yang berkualitas juga perlu ditingkatkan untuk memenuhi pesanan besar dari luar negeri.

“Keterbatasan memenuhi pesanan juga terkait kurangnya peralatan mesin yang bisa menghasilkan produk secara massal, masih belum dimiliki UKM dan kelompok perajin,” katanya. (Diskominfo/Eddy Abdillah)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
%d blogger menyukai ini: