Minggu, 20 September 2020
KesehatanSosialisasi

PEDOMAN PENERAPAN DISIPLIN DAN PENEGAKAN HUKUM PROTOKOL KESEHATAN KABUPATEN HSU DISOSIALISASIKAN

AMUNTAI – Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk memutus penyebaran mata rantai Covid-19, baik melalui sosialisasi, kebijakan-kebijakan berupa Perda, Perbup, bahkan penindakan disiplin juga sudah dilaksanakan. Namun sampai saat ini penyebaran Covid – 19 terus meningkat, hal ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan secara menyeluruh masih rendah. Terlihat masih banyaknya masyarakat tidak menggunakan masker di tempat-tempat tertentu, masih seringnya penyelenggaraan acara hajatan baik berskala kecil yang hanya dihadiri oleh sekelompok orang di sekitar lingkungannya ataupun yang berskala besar seperti pelaksanan resepsi perkawinan di gedung yang mengakibatkan terkonsentrasinya massa pada satu tempat yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

Menyikapi situasi yang ada di masyarakat tersebut Pemerintah Kabupaten HSU kembali mengeluarkan kebijakan hukum melalui Peraturan Bupati (Perbup) HSU no 37 tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten HSU.

Perbub no 37 tahun 2020 ini merupakan jawaban atas keresahan atau isu-isu yang berkembang di masyarakat, seperti adanya isu pelarangan penyelenggeraan resepsi pernikahan, adanya isu pembatasan sosial berskala besar atau PSBB.

“Perbub 37 tahun 2020 ini adalah aturan yang mengatur tatanan kehidupan sosial dan kemasyarakatan dalam masa pandemi ini dan dalam rangka menuju era adaptasi kebiasaan baru, sehingga dengan melaksanakan atau menjalankan perbup ini aspek kesehatan dan aspek sosial budaya ekonomi bisa terjembatani,” kata Plt Kepala Satpol PP HSU, Jumadi.

“Seperti kebiasaan terdahulu, disaat pandemi ini, masyarakat masih bisa melaksanakan kegiatan acara perkawinan, namun diharapkan mematuhi protokol kesehatan, dan inilah yang dimaksud dengan adaptasi kebiasaan baru,” tambahnya.

Sementara untuk menjamin pelaksanaan perbub benar-benar dipatuhi, maka diaturlah sanksi yang berkenaan dengan protokol kesehatan. Di antaranya sanksi berupa teguran lisan dan tertulis, penyitaan dokumen pribadi dalam waktu tertentu, pembinaan fisik terukur, kerja sosial, bahkan sangsi material berupa denda.

Bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab kegiatan dan tempat, selain sanksi teguran tertulis dan lisan juga diberikan sanksi pembubaran kegiatan atau penghentian usaha bahkan pencabutan izin usaha.

Seperti Perbup-Perbup sebelumnya, sebelum memberlakukan suatu kebijakan atau peraturan diperlukan suatu kegiatan yang bertujuan agar masyarakat mengenal, mengerti, memahami, dan menaati peraturan atau kebijakan tersebut.

Adapun kegiatan yang dimaksud adalah pelaksanaan sosialisasi, seperti yang telah dilakukan oleh tim penegakan Perbub No 37 tahun 2020 yang terdiri dari beberapa unsur atau instansi terkait, di antaranya dari kepolisian, TNI, BPBD, dan Satpol PP.

Pelaksanaan sosialisasi ini dimulai sejak beberapa waktu yang lalu dengan sasaran tempat seperti pasar yang ada, warung makan dan minum, taman, terminal, serta fasilitas-fasilitas umum lainnya yang berpotensi menjadi tempat kerumunan warga, bahkan di lokasi perkantoran pemerintah pun tak luput dari sasaran oleh tim penegakan perbup tersebut.

Walaupun masih masa sosialisasi, tim juga memberikan sanksi kepada warga yang tidak menaati protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, berupa pembinaan fisik terukur.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten HSU Adi Lesmana, Diskominfo HSU sebagai instusi pemerintah yang bertugas menyampaikan berbagai informasi kepada publik, termasuk dalam rangka pemberlakuan Perbub No 37 tahun 2020 ini bersama instansi lain semaksimal mungkin melakukan upaya-upaya, di antaranya melakukan sosialisasi melalui program acara TV, serta melalui berbagai media.

“Kami dalam penyampaian informasi kepada publik selalu berupaya maksimal, semua media kami manfaatkan, seperti TV, media cetak, media online, baliho, dan pamflet. Bahkan kami baru-baru tadi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Bagian Hukum dan Bagian Humas Protokol Sekretariat Daerah HSU melaksanaan acara dialog interaktif tentang Perbub No 37 tahun 2020 dengan narasumber masing-masing instansi tersebut,” terang Adi Lesmana.

Dalam kesempatan itu juga, Adi Lesmana menyampaikan ucapan terima kasih kepada karyawan Diskominfo yang telah berkerja maksimal selama ini, seraya mengingatkan agar selalu menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga serta tetap menjalankan protokol kesehatan, baik di tempat kerja ataupun tempat lainnya.

“Mari kita bersama-sama berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” pesannya. (Diskominfo/Rahman)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
%d blogger menyukai ini: