Minggu, 20 September 2020
Pendidikan

TAHUN AJARAN BARU, DINAS PENDIDIKAN HSU SAMPAIKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI MASA PANDEMI

AMUNTAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memastikan proses belajar mengajar di tahun ajaran baru 2020-2021 menggunakan metode pengajaran guru mendatangi siswa yang dilaksanakan mulai Senin 13 Juli 2020.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten HSU H Amberani dalam dialog interaktif yang disiarkan langsung melalui televisi lokal KominfoTV di Mess Negara Dipa, Sabtu (11/7) malam.

Amberani menuturkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, kesehatan dan keselamatan bagi anak merupakan hal utama dengan tidak mengenyampingkan hak anak untuk memperoleh pengajaran, karenanya Dinas Pendidikan berupaya mencari solusi yang tepat untuk proses belajar mengajar di masa pandemi.

Salah satunya dengan menggunakan metode daring atau guru yang mengunjungi siswa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Keadaan (proses belajar mengajar) kita balik, yang mana dulunya anak (siswa) datang ke sekolah, sekarang guru yang akan ke rumah membagikan buku-buku paket selama semester pendidikan ditempuh,” jelas Amberani.

Menurut Amberani, kebijakan ini diambil setelah sebelumnya mengambil berbagai pertimbangan yang ada, sesuai dengan kondisi yang sedang dialami daerah sekarang ini.

“Proses belajar mengajar akan dilakukan dengan metode seorang guru akan mengunjungi peserta didiknya (siswa) di rumah sekaligus guru memberikan penjelasan tentang pola pelajaran di semester ini,” sambung Amberani.

Amberani menuturkan, meski sistem pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 sepertinya menjadi prioritas yang tepat, namun ia berpendapat sistem pembelajaran daring tersebut banyak memiliki kelemahan, di antaranya kesiapan sarana prasarana yang sepenuhnya tidak semua peserta didik bisa memenuhinya, ditambah lagi persoalan lain seperti pengadaan Kouta internet, jaringan internet yang tidak merata di kota dan di desa.

“Karena pendidikan itu harus merata, baik orang yang berpunya maupun orang yang tidak berpunya, orang kaya atau miskin, di kota maupun di desa harus sama mendapatkan layanan, karenanya di semester yang akan datang kita traspormasikan antara sistem pengajaran daring dan luring,” bebernya.

Meski kedepan berencana memadukan antara metode pengajaran daring dan luring, namun Amberani menekankan metode pengajaran luring tidak serta merta tatap muka saja, akan tetapi para guru diharapkan dapat lebih menitikberatkan pada membangunkan karakter dan skill anak di masa Covid-19 sehingga ada kedekatan emosional antara guru dan murid,” pungkasnya.(Diskominfo/wahyu)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
%d blogger menyukai ini: