Jumat, 5 Juni 2020
KesehatanSosial

TIKA APRILIA ASAL HSU SIAP JADI RELAWAN SATGAS COVID-19 DI JAKARTA

AMUNTAI – Setelah sekitar dua pekan sebelumnya pemerintah melalui Kementerian BUMN membuka pendaftaran untuk relawan yang ingin bertugas menangani pasien terinfeksi virus Corona atau Covid-19 di wisma atlet Jakarta, tercatat ribuan relawan sudah mendaftar dan mengikuti seleksi, salah satunya Tika Aprilia (24) warga Kelurahan Kebun Sari Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Tergabung dalam gelombang ke-8 dengan jumlah relawan sebanyak 260 dari berbagai profesi medis se-Indonesia, dirinya yang saat ini satu-satunya tenaga medis asal Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan mengharapkan hal ini dapat menjadi motivasi bagi teman-teman medis lainnya bagi garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Kalau kamu tidak menemukan orang baik, jadilah orang baik tersebut, ini juga sebagai motivasi bagi teman-teman lainnya,” ungkap Tika Aprilia, Sabtu (4/4) di rumahnya.

Diketahui, Tika sendiri rencananya akan berangkat ke Jakarta besok Minggu (5/4) sore dari Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin, sebagai calon relawan satuan tugas (Satgas) Covid-19 untuk terlebih dahulu mengikuti pelatihan di wisma atlet sebelum diterjunkan secara langsung. Dan rencananya bakal bertugas selama satu bulan di wisma atlet sebagai petugas laboratorium.

Menurut Tika, saat mendaftarkan diri sebagai relawan, sejumlah tanggapan berbeda ditunjukkan oleh keluarganya, seperti kekhawatiran akan terjangkit virus, namun ia berhasil untuk meyakinkan kedua orang tuanya untuk menerima tugas tersebut.

“Selain keinginan pribadi, dukungan dari berbagai pihak termasuk rekomendasi dari DPC HSU dan DPW Patelki Kalsel (Persatuan Ahli Laboratorium Kesehatan Indonesia-Kalimantan Selatan) juga sebagai modal tugas sebagai relawan satuan tugas Covid-19,” ujar Tika yang sehari-harinya sebagai Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) Puskesmas Alabio ini.

Sedangkan untuk persiapan, Tika mengaku selain rekomendasi dari DPC, DPW Patelki Kalsel tadi, ia juga mengakui perlunya memperhatikan kesiapan mental dan fisik.

“Ditambah lagi untuk sementara ini biaya akomodasi masih ditanggung pribadi, untungnya masih ada bantuan dari DPW Patelki Kalsel dan DPC Patelki HSU,” imbuhnya.

Sementara itu, dukungan yang mengalir dari berbagai pihak tersebut, salah satunya dari Ketua DPC Patelki HSU Nida Failasofa, S.ST yang menyebut kedatangannya bersama beberapa anggota Patelki kerumah Tika sendiri sebagai bentuk dukungan agar dia dapat benar-benar menjalankan tugasnya sebagai relawan tenaga laboratorium mendik.

Menurut Nida, selama ini orang kebanyakan menilai tenaga medik hanya tertuju kepada dokter, perawat, atau bidan saja. Namun sesungguhnya tenaga medis yang lain seperti petugas laboratorium medik sangat menentukan hasil sebuah diagnosa positif atau negatifnya sebuah penyakit.

“Karenanya, kami ahli teknologi laboratorium medik siap membantu untuk menegakkan diagnosa para dokter,” ujar Nida.

Sedangkan terkait belum ada kepastian akomodasi di sana, ia menambahkan, pihaknya dari ATLM baik DPW Patelki Kalsel dan DPC Patelki Kabupaten HSU yang jumlah anggota sekitar 63 orang berusaha memberikan dukungan berupa dukungan moril dan materil.

“Mudah-mudahan dukungan ini bisa mengurangi beban selama bertugas satu bulan di sana,” tutur Nida

Dirinya juga menyebut, disamping selalu menjaga kesehatan sewaktu bertugas sebagai relawan, dia mengharapkan Tika dapat kembali ke daerah dengan sehat dan selamat. (Diskominfo/Wahyu)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
error: Konten di lindungi !!