Minggu, 20 September 2020
Umum

WAKIL BUPATI HSU HADIRI APEL SIAGA KARHUTLA

AMUNTAI – Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Husairi Abdi menghadiri apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2019, di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Jum’at (26/4).

Apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor, diikuti oleh peserta dari TNI – Polri se-Kalsel, Bupati dan Wakil Bupati se-Kalsel, SKPD terkait, seluruh Barisan Pasukan Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Kalsel.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor pada apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019 tersebut dalam amanatnya mengatakan, kebakaran hutan dan lahan masih menjadi ancaman bagi lingkungan dan kehidupan di Kalimantan Selatan setiap tahunnya, terlebih di musim panas atau kemarau panjang.

Sehingga, pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus memantapkan sinergitas untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan.

“Bencana yang terjadi sepanjang tahun 2018 adalah 572 bencana alam, sehingga diperlukan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan membangun partisipasi semua pihak,” jelasnya.

“Apel siaga ini juga menjadi bagian untuk menyatukan kekuatan, memperkuat koordinasi, membangun komunikasi dan sinergi, agar peran dan fungsi kita masing-masing semakin optimal dalam mencegah dan menangani bencana, khususnya karhutla,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi saat ditemui, menyampaikan bahwa Kabupaten HSU dalam penanganan bencana asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan selama ini sudah cukup efektif.

“Untuk kebarakan lahan di HSU jumlahnya lumayan banyak, akan tetapi hampir semuanya sudah bisa kita tanggulangi bersama seluruh aparat gabungan dari TNI/Polri, BPBD, anggota Tagana, TRC, dan seluruh jajaran pemadam kebarakan,” terangnya.

Menurut Sugeng, BPBD HSU juga masih banyak memiliki kendala untuk penanggulangan karhutla, di antaranya sangat minimnya peralatan pemadaman kebarakan, misalnya pada selang untuk pemadaman api hanya 1, l5 km, sehingga untuk menjangkau titip api yang lumayan agak jauh sulit diatasi.

Sugeng mengimbau kepada masyarakat HSU saat menghadapi musim kemarau jangan sampai melakukan pembakaran hutan dalam rangka membuka lahan perkebunan ataupun lahan pertanian, karena sangat memungkinkan terjadinya kebakaran hutan yang lebih luas. (Diskominfo/nata/eddy)

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Dinas Kominfo HSU
Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Hulu Sungai Utara
%d blogger menyukai ini: